Fondasi Pembangunan Desa Kaleke: Sinergi Aparatur, BPD, dan Lembaga Adat Diperkuat Melalui Bimtek

Dalam upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional dan sinergis, Pemerintah Desa (Pemdes) Kaleke di Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi, telah meletakkan fondasi penting melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek). Kegiatan yang berfokus pada peningkatan kualitas dan kapasitas aparatur serta kelembagaan desa ini menjadi bukti komitmen desa untuk membangun dari dasar yang kuat.

Acara yang diselenggarakan di kantor Desa Kaleke pada 31 Oktober 2023 lalu ini dibuka secara resmi oleh Camat Dolo Barat, Alinurdin, S.Sos. Kegiatan ini menunjukkan kolaborasi yang solid dengan dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sigi, serta seluruh pilar pemerintahan dan kelembagaan desa, yang mencakup aparatur desa, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD), dan Lembaga Adat Desa (LAD).

Kepala Desa Kaleke, Muhammad Taufan, S.T., dalam keterangannya menjelaskan bahwa Bimtek ini memiliki tujuan strategis untuk menciptakan keharmonisan dan sinergi antarlembaga dalam menjalankan roda pembangunan di desa. Menurutnya, keberhasilan pembangunan desa tidak dapat dicapai secara sepihak.

“Kesuksesan Pemerintah Desa dalam membangun tidak terlepas dari peran penting semua unsur yang ada,” tegas Taufan. “Baik dari Pemerintah Desa sebagai eksekutor, peran vital BPD dalam fungsi pengawasan, hingga peran LPM sebagai mitra kerja pemerintah sekaligus penggerak semangat gotong royong masyarakat. Semua harus berjalan seirama.”

Taufan lebih lanjut menguraikan filosofi kepemimpinannya, di mana setiap lembaga memiliki fungsi yang jelas namun saling melengkapi. Ia menekankan pentingnya menumbuhkan rasa memiliki terhadap desa di kalangan masyarakat, yang salah satunya digerakkan oleh lembaga kemasyarakatan.

Selain memperkuat sinergi internal, Kades Taufan juga menambahkan bahwa Pemdes Kaleke sangat memegang teguh prinsip transparansi dan partisipasi publik. Ia memastikan bahwa segala bentuk kegiatan pembangunan selalu diawali dengan prosedur yang benar, yaitu melalui musyawarah bersama masyarakat.

“Musyawarah adalah kunci. Melalui forum inilah kami menyerap aspirasi agar program pembangunan yang kami laksanakan benar-benar tepat sasaran, menjawab kebutuhan riil masyarakat, dan tentunya sesuai dengan koridor peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tutupnya.

Kegiatan Bimbingan Teknis ini menjadi cerminan upaya nyata Desa Kaleke dalam berinvestasi pada sumber daya manusia dan kelembagaan, sebagai modal utama untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan dan akuntabel.

Share:

19 Responses

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *